Ini Dia Para Pengusaha Industri Musik Label Rock


Dari masa ke masanya, perkembangan musik tanah air mengalami kemajuan yang begitu menonjol. Mulai dari aransement hingga liriknya, semua hal tersebut menunjukan perubahan yang sangat berbeda dari sebelumnya. Tentu saja ini memberikan angin segar bagi dunia permusikan ditanah air. Hal itu juga terbukti dengan munculnya musisi-musisi pendatang baru, yang memberikan nuansa baru dibelantika musik Indonesia.
Dibalik kesuksessan para musisi-musisi Indonesia, tentu tidak terlepas dari peran sebuah perusahaan label musik itu sendiri. Berbicara soal pengusaha label musik, diketahui ada beberapa nama pemilik pengusaha label musik yang terkenal selalu menampung band-band cadas. Untuk mengetahui lebih jelasnya lagi, berikut dibawah ini adalah daftar pengusaha muda indonesia yang memiliki label musik dan sering menampung banyak band rock :
1. Johannes Soerjoko
Diposisi pertama adalah Johannes Soerjoko. Mungkin sebagian besar dari kita tidak akan ada yang mengenali nama tersebut. Namun tahukah anda ? Johannes Soerjoko ini pendiri sekaligus pemilik perusahaan label musik ternama di Indonesia yakni Aquarius Musikindo. Ia sendiri mulai membangun Aquarius Musikindo pada tahun 1969, dimana musisi yang menjadi aset andalannya adalah band God Bless. Selepas era God Bless, Perusahaan label musik yang satu ini telah banyak menampung band rock papan atas seperti Pas Band, Suckerhead, Dewa 19, Fungky Kopral, Utopia, dan masih banyak lagi.
2. Log Zhelebour & Iwan Sutadi Sidharta
Diposisi kedua adalah Log Zhelebour & Iwan Sutadi Sidharta. Kedua pria ini merupakan pendiri sekaligus pemilik perusahaan label musik Indonesia yang bernama Logiss Record, dimana ia sukses mengadakan festival rock terbesar se-Asia Tenggara pada tahun 1984. Ada beberapa band-band rock papan atas Indonesia yang ditampung oleh Logiss Record seperti Boomerang, Jamrud, Power Metal, El Pamas, dan sebagainya.
3. Boedi Soesatio
Diposisi yang terakhir adalah Budi Soesatio. Project Q merupakan sebuah perusahaan label musik yang didirikannya pada tahun 90an. Meskipun tidak setenar Logiss Record dan Aquarius Musikindo, namun berkat band Slank, Project Q pun mampu membuktikannya sebagai salah satu label musik ternama di Indonesia. Selain band Slank, Project Q juga menggarap hasil karya band Art Rock yang cukup populer ditahun 1990. Saat krisis moneter melanda Indonesia pada tahun 1998, Project Q pun terpaksa harus gulung tikar.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *