Pencipta Lagu Kopi Dangdut Laporkan Timses Ahok-Djarot Soal Pelanggaran Hak Cipta

Jurnalmusik.com – Tim pemenangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat dituding telah melakukan pelanggaran hak cipta untuk lagu dangdut berjudul Kopi Dangdut.

Hal tersebut diungkapkan Fahmi Shahab, pencipta lagu tersebut.

Fahmi sempat mendatangi Kepolisian Daerah Metro Jaya untuk melaporkan. Tapi sayang, laporannya tersebut ditolak.

“Jadi saya kemari untuk melaporkan atas pembajakan lagu saya kopi dangdut oleh timses nomor dua. Ini masalah tidak ada kaitan dengan pilkada,” kata Fahmi di Mapolda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Selasa (11/4/2017).

Fahmi menuturkan, dirinya mulai menyadari lagunya itu diduplikat sekitar tanggal 6 April lantaran jarang nonton televisi.

Ia menyaksikan suatu acara dimana ada potongan lirik lagunya yang diubah. Kemudian ia mencoba mencari di Youtube dan ternyata banyak sekali.

“Akhirnya saya selidiki itu total lagunya dirubah sama sekali, jadi tidak setengah-setengah lagi jadi full satu musik diubah-ubah sama dia. Ini urusan seni hak cipta, jadi tidak ada urusan kesana kemari,” ujar Fahmi.

Fahmi Shahab dan kuasa hukumnya melaporkan timses Ahok-Djarot soal pelangaran hak cipta lagu Kopi Dangdut.(Foto: Vania/Okezone)
Fahmi Shahab dan kuasa hukumnya melaporkan timses Ahok-Djarot soal pelangaran hak cipta lagu Kopi Dangdut.(Foto: Vania/Okezone)

Sementara kuasa hukum Fahmi Shabah, Yohanes Simanjuntak menilai mengubah teks atau lirik adalah pelanggaran hak cipta. Apalagi dilakukan tanpa persetujuan atau tanpa izin. Menurut dia, tidak ada omongan izin sama sekali.

“Harusnya izin dong, setidaknya kalau orang Islam masuk rumah Assalamu’alaikum. Ini sama saja masuk rumah ngedobrak, gitu kan,” katanya.

Maka dari itu, Polri harus menindaklanjuti karena ini orang punya karya cipta diambil begitu saja tentu tidak etis.

“Secara tidak etis ini persoalan etika saja sebenarnya dalam berpolitik maupun melakukan suatu acara, ini didepan publik kan sudah jelas yang dapat nilai komersil dari adanya seperti itu. Jadi kita ingin konsekuensi hukumnya,” ujar Fahmi.

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *