Steve Vai Konser Di Jakarta

steve vai

Gitaris rock dunia, Steve Vai sudah dipastikan akan menggelar konser di Jakarta. Java Musikindo sebagai promotor mengumumkan hal tersebut lewat akun Twitternya, @JAVAmusikindo.

“Confirmed! Steve Vai concert at Tennis Indoor Senayan, July 22nd 2013″, kicaunya.

Sebuah kabar yang patut disambut ceria, terutama oleh para penikmat musik instrumental dan para gitaris tanah air.

Tiket konser rencananya akan mulai dibuka pada 18 Mei 2013. Adrie Subono selaku pimpinan promotor Java Musikindo mengungkapkan bahwa tiket konser Steve Vai akan dipatok dengan harga yang cukup bersahabat, hanya 295 ribu saja untuk kelas Tribun dan Rp 495.000 untuk kelas Festival. Meski begitu, pihak Java Musikindo menyatakan bahwa tiket dicetak dalam jumlah yang sangat terbatas.

Steve Vai  mengawali karirnya di era awal 80-an bersama Frank Zappa, salah satu musisi rock legendaris Amerika. Setapak demi setapak gitaris berusia yang kini berusia 52 tahun itu selalu berada di pusaran band-band rock ternama dan mendunia. Hingga terakhir dia bermain bersama Joe Satriani, Yngwie Malmsteen, Eric Johnson dalam kemasan konser G3 yang cukup fenomenal sampai sekarang. G3 adalah pertunjukan tiga pendekat gitar dunia dalam satu panggung. Proyek tersebut mendapat sambutan antusias di seluruh dunia dan menuai pujian dari pengamat musik serta penikmat musik.

Di saat banyak musisi memilih berada dalam kategori tunggal, Steve Vai mempunyai visi musik yang unik, genuine dan unclassifiable. Permainan musiknya mulai dari blues, jazz, rock sampai klasik dan juga ethnic. Bahkan belum lama ini Steve Vai mengadakan konser bersama Tokyo Metropolitan Symphony Orchestra di Jepang.

Selain gitaris, Vai juga menulis lagu sekaligus penyanyi dan produser. Beberapa solo album telah dirilisnya, antara lain Flex Able (1984), Passion & Warfare (1990), Sex & Religion (1993), Alien Love Secrets (1995), Fire Garden (1996), Ultra Zone (1999), The 7th Song-Enchanting Guitar Melodies (2000), Alive In An Ultraworld (2001) dan album terakhirnya berjudul The Story of Lights (2012). Semua albumnya diciptakan sendiri dengan keseimbangan antara kemampuan teknis musik dan kalimat puitis. Dan beberapa Grammy Award juga telah berhasil dikantongi Steve Vai, antara lain Best Rock Instrumental Album pada tahun 1994, Best Pop Instrumental Album tahun 2001 dan Best Rock Instrumental Performance di tahun 2008.

Steve Vai membawa pengaruh besar pada era pasca grunge. Sebut saja James “Munky” Shaffer dari Korn, Mike Eizinger dari Incubus dan Tom Morello dari Audioslave, semua menjadikan Vai sebagai inspirasi utama. Di Indonesia sendiri Steve Vai punya banyak penggemar setia. Karena banyak gitaris band Indonesia yang terpengaruh dan terinspirasi oleh teknik permainannya. Tak bisa dipungkiri lagi konser Steve Vai nanti bakal dipenuhi oleh sound-sound gitar yang akan membius telinga penonton dan bisa jadi salah satu konser musik rock terbaik yang pernah digelar di tanah air. Jadi bagi para gitaris rasanya sebuah keharusan menonton sang dewa gitar ini memamerkan kepiawaiannya di panggung.

Steve Vai  sempat bergabung dalam beberapa band, diantaranya Frank Zappa, The Classified, Alcatrazz, White Snake, dan The David Lee Roth Band. Namun karir musiknya semakin melambung saat ia memutuskan untuk solo karir. Hingga kini, Steve Vai sudah mencetak 8 album rekaman dan meraih 3 Grammy Award.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *