Dwiki Darmawan: Pemusik Jazz Yang Peduli Generasi Muda

Dwiki Darmawan

Dalam Jurnal World Music yang diterbitkan Amerika Serikat, Dwiki Darmawan dinilai berhasil memadukan musik tradisional Indonesia dengan jazz.

Dwiki Darmawan adalah seorang musisi jazz tanah air kelahiran Bandung, 19 Agustus 1966. Saat ini ia adalah salah satu anggota grup musik jazz papan atas Indoensia: Krakatau. Bersama Krakatau, Dwiki mutar-muter ke berbagai belahan negara Eropa dan Asia. Selain itu,  ia pun aktif ikut festival musik seperti Midem-Cannes Prancis (2000), Sziget Festival Hongaria (2003), Lincoln Center Out of Door Festival New York (2004), North Sea Jazz Festival Belanda (2005) dan Montreux Jazz Festival Swiss (2005).

Berikut petikan wawancaranya dengan majalah Detik:

Sebagai musisi, apakah Anda termasuk tergolong pribadi yang nakal?

Ha…ha..ha… mungkin bukan nakal tapi berjiwa bebas. Dulu saya sangat menyukai dunia outdoor yang dekat dengan alam seperti kemah hingga balapan motor trail di kawasan pegunungan. Tapi pada akhirnya saya kapok karena sering mengalami kecelakaan yang membuat saya takut tidak bisa main musik lagi. Tapi saat ini jika ada kesempatan, saya kadang masih suka iseng mengendarai motor trail. Jujur saja saya merasa bukan orang kota. Jika harus memilih, saya lebih menyukai tinggal di kampung.

Anda dikenal sebagai salah satu musisi jazz di Indonesia, apa yang membuat Anda begitu mencintai Jazz?

Awalnya saya banyak mempelajari musik klasik. Tetapi saat saya lebih mengenal jazz, ada rasa tertarik yang begitu besar saat saya mencoba jenis musik tersebut. Sebuah kebebasan berekspresi yang tidak saya dapatkan di musik klasik. Perkenalan saya dengan musik jazz bukan berarti berhenti total di musik klasik, tapi lebih kepada fokus yang lebih besar di dunia musik jazz.

Kini jazz telah menjadi musik dunia, perhelatan besar musik jazz tidak lagi diselenggarakan di Amerika saja. Terlihat musik jazz sudah melekat dengan akar-akar budaya setiap negara. Saat ini saya melihat generasi muda khususnya di Indonesia sudah mulai banyak menyukai musik jazz dibandingkan saat saya melihat generasi muda penikmat musik Jazz di Amerika.

Untuk menggeluti musik Jazz membutuhkan skill yang mumpuni. Saya melihat gairah yang positif dari para musisi Jazz Indonesia saat ini.

Anda sejak kecil belajar piano. Apa pernah merayu wanita dengan memainkan sebuah lagu 

sambil bermain piano?

Saya tidak pernah merayu wanita melalui musik. Tapi jika ada yang tertarik dengan saya saat memainkan piano, ya mau gimana lagi! Ha..ha..ha..

Berarti dulu Anda punya banyak pacar?

Dulu era tahun ‘80-an, banyak orang tua dari pihak wanita masih khawatir jika anaknya dekat dengan musisi. Situasinya belum seperti sekarang yang semakin mudah. Bahkan waktu itu saya sempat mendengar orang tua teman mengatakan,”Kamu mau dikasih makan apa dekat dengan anak band?” Saya maklum, namanya juga orang tua…ha..ha…ha…

Apa peran pasangan hidup bagi Anda?

Sangat penting! Istri saya begitu mengerti jiwa seni yang saya miliki. Dia wanita yang tangguh. Pernah waktu itu saya melakukan eksperimen musik, tapi tidak mendapatkan pemasukan dalam jangka waktu yang cukup lama. Namun dia tetap sabar dan selalu mendukung saya.

Bagaimana Anda bisa luluh dengan sosok wanita bernama Ita Purnamasari?

Diawali dengan kekagumansaya pada suara dan keahliannya memainkan piano. Seiring waktu saya semakin mengenal wanita tadi yang ternyata “anak rumahan”. Tapi yang terpenting yakni visi dan misi yang sama antara saya dan Ita.

Kira -kira apa yang membuat Ita Purnamasari menyukai Anda?

Haa….ha…ha, mungkin jiwa leadership yang sudah saya miliki sejak remaja. Maka dari dulu hingga sekarang saya tidak punya atasan. Saya jadi atasan bagi diri saya sendiri.

Kebanggaan terbesar Anda?

Saya bangga menjadi orang Indonesia yang kaya akan budaya. Membawakan dan memperkenalkan budaya tersebut ke seluruh dunia dan ternyata mereka menyukainya. Menjadi sebuah kebanggaan yang tidak ternilai harganya untuk saya.

Ada Impian yang belum tercapai?

Saya telah mempunyai lembaga pendidikan musik Farabi yang memberikan pelajaran musik jazz, klasik maupun tradisional. Namun saya ingin membangun akademik musik berstrata S1. Sehingga saya bisa mendidik generasi muda Indonesia secara lebih luas lagi dengan pendidikan yang bisa dipertanggung jawabkan.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *