Apa Kata Gugun Blues Shelter Tentang Aerosmith?

Gugun Blues Shelter

Bagi Gugun Blues Shelter (GBS), dengan menapaki jalur independen, uang merupakan bonus. Misi utama adalah membuat musik yang menyenangkan. Namun bagaimana mereka bertahan dan menembus panggung global?

Sejak peluncuran album perdana, Get The Bug’, pada 2004, GBS- yang diawaki Muhammad Gugun (gitar/vokal), Jonathan Armstrong (bass) dan Aditya Wibowo (drum) — konsisten menapaki jalan musik independen yang konon keras dan berliku.

Pun demikian, sembilan tahun berselang, namanya kian semerbak. GBS tampil di berbagai panggung, baik dalam dan luar negeri.

Beberapa catatan lain di tahun ini, GBS sempat terpilih menjadi band pembuka konser Aerosmith di Jakarta – yang kemudian dibatalkan pihak manajemen Aerosmith, serta menelurkan album ketujuh bertajuk ‘Soul Maker’.

Mari kita simak wawancara dengan ketiga musisi tersebut.

Setelah semua euforia dan persiapan, bagaimana perasaan kalian dengan pembatalan konser Aerosmith?

GBS: Sebetulnya kami santai karena bukan sekali ini kami gagal manggung. Kami lebih sedih melihat penonton yang sudah dari jauh hari membeli tiket, bahkan ada yang dari luar kota sudah membeli tiket konser dan pesawat.

Kami juga support para promotor yang sudah berusaha semaksimal mungkin membawa Aerosmith ke Indonesia. Untuk persiapan sebagai opening act, memang kami sudah latihan. Tetapi ini kan memang rutin kami lakukan setiap minggu.

Kabarnya GBS diajak main di Singapura oleh Aerosmith?

Indra Sjafri (IS): Seorang teman kita memang mengajukan GBS ke promotor konser Aerosmith di sana, dan mereka tertarik mengajak kami. Namun saat ini sedang tahap negosiasi dan belum keluar kontraknya.

Apa yang paling menginspirasi personel GBS dari Aerosmith?

Muhammad Gugun (MG): Terutama musiknya, karena gue suka blues dan classick rock. Kemudian, mereka itu solid. Dari pertama kali beridir sampai sekarang, personil masih sama, kompak sampai sekarang.

Adityo Wibowo (AW): Musiknya. Mereka band yang menjadi legend di era 80-an, tetapi masih cope up  dengan era sekarang, Kayak misalnya, God Bless, tetapi popularitasnya masih seperti Ran. Eh kok Ran, sih? Sheila On Seven lah.

Di setiap era mereka bikin hits. Padahal kita tahu setiap era selera musiknya berbeda.

Jonathan Armstrong (JA): Saya, kalau dibanding Gugun dan Bowie, paling kurang tahu. Saya bukan penggemar Aerosmith, tetapi tahu mereka band legendaris. Dan, cerita mereka hampir sama seperti kami, memulai dari nol, dari susah.

Kami waktu membentuk band ini, orang susah. Kami bukan anak orang kaya yang minta duit dari orang tua. Kami benar-benar cari duit dari musik. Dan, itu pun bukan misi utama kami. Misi utama kami adalah bikin musik yang bikin kami senang, dan bonusnya adalah dapat duit. Alhamdulillah. Jadi, mungkin itu kesamaan kami dengan Aerosmith.

Berlanjut ke GUGUN BLUES SHELTER: Penolakan Major Label Adalah Inspirasi Sekaligus Motivasi 



Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *