The Next Day’s David Bowie

The Next Day - David Bowie

Momen tepat di sebuah album hebat. The Next Day merupakan kebangkitan kembali sosok David Bowie yang oleh penggemarnya dikhawatirkan tak akan pernah lagi terjadi.

Faktor kesehatan, terutama pasca turnya di tahun 2004, yang menyebabkan dirinya lebih menjaga jarak dengan dunia luar. Malah banyak orang beranggapan bahwa Bowie sudah mengakhiri kariernya. Para penggemarnya, bahkan yang fanatik sekalipun, memaklumi keputusan seandainya The Thin White Duke ingin menikmati masa pensiun.

Di saat-saat tidak ada kejelasan seperti itu, The Next Day muncul. Menandakan bahwa, tuhan, atau si Bowie sendiri, belum menentukan saat untuk pensiun.

Pengumuman tentang peluncuran The Next Day dikeluarkan bertepatan dengan ulang tahun Bowie yang ke-65. Sesi rekaman The Next Day sangat dirahasiakan. Tak pernah ada yang melakukannya seperti ini: tiba di puncak kreativitas, cuti selama 10 tahun, lalu kembali secara mengejutkan ke dunia.

David Bowie sudah beberapa kali bernyanyi tentang luar angkasa. Tapi banyak yang menilai, “The Stars (Are Out Tonight)” adalah salah satu lagu terbaik yang pernah ditulisnya, dengan kemegahan gitar dan string section serta vokal yang khas itu.

The Stars (Are Out Tonight) berkisah tentang sepasang kekasih yang menatap langit malam, melihat aktivitas seluruh alam semesta: “We will never be rid of these stars/But I hope they live forever.” Mereka merasakan hati membara. Tiba-tiba mereka adalah bagian dari kosmos, hanya karena mereka bersama. Rasanya seperti Bowie menggabungkan “Heroes” dan “Space Oddity” dalam satu lagu, sesuatu yang tak pernah dilakukannya.

Suasana bising musik rock sudah disodorkan oleh Bowie sejak awal dalam “The Next Day”, mengiringi seloroh si pemilik nama asli David Robert Jones itu.

“Here I am, not quite died/My body left to rot in a hollow tree.”

Walau dia bernyanyi, “I can’t get enough of that doomsday song,” Bowie terdengar masih sanagat jauh dari kematian (baca=kiamat). Dia berteriak tentang perang (“I’d Rather Be High”), berempati dengan kaum muda terkutuk (“Love Is Lost) dan cinta dalam pernikahan (“Dancing Out in Space”).

Album ini ditutup dengan dengungan elektronik mengawang-awang yang mengiringi “Heart”, ia mengulangi kata-kata “I tell myself/I don’t know who I am.”

Pada dua lagu balada, “You Feel So Lonely You Could Die”  yang berwarna doo-wop dan “Where Are We Now?”, Bowie mengeluarkan vokal biduan teatrikalnya yang megah.

Banyak yang mengatakan, album ini secara keseluruhan mengingatkan pada sebuah lagu milik teman lamanya, John Lennon, “In My Life”. Mereka menilai setiap lagu di sini adalah sekuel dari lagu tersebut.

Musik dan lirik tentang masa lalu banyak diceritakan di album ini–saat Bowie merenungi tempat-tempat yang pernah didatangi dan wajah-wajah yang pernah dilihat. Tapi dia tetap melihat masa depan dengan tegas. Lalu ketika dia mencapai puncaknya–“The Stars (Are Out Tonight)”–dia membuat masa depan terdengar begitu menggiurkan.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *